Kejari Muara Enim Gelar Donor Darah dalam Rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-64 dan HUT IAD ke-24

Prarea.com, Sabtu (20/07/2024) – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-64 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Enim mengadakan bakti sosial berupa donor darah di Kantor Kejari Muara Enim, Komplek Islamic Center Jl. Jaksa Agung Basrief Arief. Kegiatan ini bekerja sama dengan PMI Muara Enim dan diikuti oleh berbagai unsur, termasuk pegawai Kejari Muara Enim, IAD Daerah Muara Enim, Polres, Kodim, Satpol PP, dan anggota Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka).

Kajari Muara Enim, Rudi Iskandar, S.H., M.H., didampingi Ketua IAD Muara Enim, Ny. Delia Rudi, menyatakan bahwa kegiatan donor darah ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bagian dari rangkaian HBA dan HUT IAD. “Tujuan kegiatan ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, karena darah merupakan kebutuhan untuk kesehatan dan penyelamatan nyawa,” jelas Rudi. Ia juga menambahkan bahwa donor darah bermanfaat untuk kesehatan pendonor sendiri dan menunjang program nasional yang diimbau oleh Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla.

Selain kegiatan donor darah, Kejari Muara Enim juga telah melaksanakan kegiatan anjangsana ke pensiunan pegawai Kejari Muara Enim dan bakti sosial berupa penyerahan sembako ke Panti Asuhan Assa’adah Muara Enim. Seusai kegiatan donor darah, Ibu-ibu IAD Daerah Muara Enim melakukan penanaman tanaman hidroponik di lingkungan kantor Kejari Muara Enim.

Bupati Muara Enim, diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Muara Enim, Vivi Mariani, menyampaikan apresiasinya kepada Kejari Muara Enim. “Karena memang kebutuhan darah untuk Kabupaten Muara Enim itu sangat banyak, setiap bulannya ada sekitar 400 kantong, jadi dengan adanya kegiatan donor darah ini sangat terbantu sekali,” ujar Vivi. Ia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Kejari Muara Enim atas sumbangsihnya terhadap kemanusiaan dan berharap kegiatan donor darah seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan mengingat banyaknya kebutuhan darah di Kabupaten Muara Enim. “Selain itu, kalau ada kegiatan seperti ini jadinya tidak terburu-buru, darahnya bisa diperiksa dan diteliti, kemudian disimpan, lalu siap digunakan sewaktu-waktu kalau ada kondisi darurat,” tutupnya.(Aep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *