Desa Swarna Dwipa Jadi Pelopor Desa Bebas Asap Rokok, Pj. Bupati Muara Enim Terima Penghargaan Nasional

Prarea.com — Desa Swarna Dwipa, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, berhasil mengukir prestasi sebagai desa pertama yang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui inovasi D’STAR (Desa Sehat Tanpa Asap Rokok). Atas inisiatif tersebut, Pj. Bupati Muara Enim, H. Henky Putrawan, menerima penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) di tingkat nasional. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Bima Arya Sugiarto, dalam acara Lokakarya Nasional Adinkes 2024 di Yogyakarta, Selasa (5/11).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam menerapkan kebijakan kawasan bebas asap rokok yang telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 4 Tahun 2019. Implementasi aturan tersebut semakin diperkuat dengan Keputusan Bupati Muara Enim Nomor 1156/KPTS/Dinkes/2024 yang membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Kawasan Tanpa Rokok.

Desa Swarna Dwipa telah aktif sejak tahun 2017 dalam membatasi aktivitas merokok, hanya mengizinkan merokok di luar rumah di pos-pos yang telah disediakan oleh desa dengan dana APBDes dan dukungan masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga lingkungan bersih dan mencegah dampak negatif asap rokok bagi kesehatan masyarakat.

Pj. Bupati Henky Putrawan menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras Pemkab Muara Enim dalam mewujudkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di seluruh wilayah kabupaten. “Kami berharap desa-desa lain dapat segera mengikuti jejak Desa Swarna Dwipa dalam menerapkan Kawasan Tanpa Rokok, agar masyarakat bisa hidup lebih sehat dan bebas dari bahaya asap rokok,” ujarnya.

Selain itu, Henky mengimbau agar seluruh perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Muara Enim menyediakan area khusus merokok sebagai langkah preventif dalam mengurangi bahaya merokok di lingkungan kerja dan publik.

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk lebih serius dalam mengembangkan kawasan bebas asap rokok, baik di tingkat desa maupun perkotaan.(aep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *