PALI, ZBS — Tradisi Sedekah Bedusun kembali digelar masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (30/12/2025). Kegiatan adat yang sarat makna ini dihadiri langsung Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, yang turut berbaur bersama warga dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Pada momentum tersebut, Wakil Bupati sekaligus menandai peresmian Graha Embung Desa Sukaraja, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan bagi warga setempat.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain perwakilan OPD, Asisten I, Camat Penukal, kepala desa se-Kecamatan Penukal, perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang hadir dengan antusias.
Sedekah Bedusun dikenal sebagai tradisi turun-temurun yang menjadi perekat kebersamaan warga. Selain wujud rasa syukur, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap terjaga.
Rangkaian kegiatan dimeriahkan dengan penampilan seni daerah. Tari Tangguk khas Desa Sukaraja berhasil mencuri perhatian hadirin, sementara alunan marawis menghadirkan nuansa religius yang menambah khidmatnya acara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji mengapresiasi kekompakan masyarakat Sukaraja yang mampu mempertahankan tradisi leluhur sekaligus berjalan seiring dengan pembangunan.
“Tradisi Sedekah Bedusun adalah cermin kebersamaan dan rasa syukur masyarakat. Semoga Graha Embung Sukaraja yang baru diresmikan ini bisa dimaksimalkan untuk kepentingan bersama dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Kepala Desa Sukaraja, Ali Padila, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan.
“Sedekah Bedusun menjadi bukti kuatnya persatuan masyarakat. Dengan adanya Graha Embung, kami berharap aktivitas warga semakin terfasilitasi dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Momentum ini menunjukkan eratnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memajukan desa sekaligus melestarikan tradisi sebagai warisan budaya.(Im)












