Prarea.com – Dalam debat publik yang digelar oleh KPUD Muara Enim di ballroom Hotel Novotel Palembang pada 21 Oktober 2024, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, Dr. H. Ahmad Rizali dan Dr. Hj. Shinta Paramita Sari, tampil percaya diri dan lugas menjawab setiap pertanyaan, termasuk yang bersifat kritis dari kandidat lain. Dengan jargon “Muara Enim Smart,” pasangan ini menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan ke depan, termasuk isu ketenagakerjaan dan infrastruktur.
Salah satu momen kunci dalam debat tersebut adalah saat pasangan nomor urut 3 mempertanyakan visi pasangan Rizali-Shinta terkait digitalisasi dan antisipasi penumpukan tenaga kerja di masa depan, terutama generasi Z pada tahun 2030. Meski mendapat pertanyaan yang terkesan menekan, Rizali dengan tenang memaparkan rencana mereka yang mencakup penerapan kebijakan yang mendukung tenaga kerja lokal. Ia menegaskan bahwa pasangan ini sudah mempertimbangkan tantangan ketenagakerjaan yang akan datang dan siap menghadapi perubahan dengan penerbitan peraturan daerah (Perda) yang mewajibkan perusahaan di Muara Enim untuk mempekerjakan setidaknya 30% tenaga kerja lokal.
Selain itu, Rizali menjelaskan upaya yang telah dilakukan, termasuk menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Muara Enim untuk mendorong program digitalisasi bagi generasi muda. Ia juga menyebut rencana pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK) berskala nasional yang akan menjadi pusat pelatihan berbasis teknologi untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.
Pada isu infrastruktur, pasangan nomor 2 menyoroti kurangnya perhatian terhadap perlintasan rel kereta api yang kerap menyebabkan kemacetan, terutama di daerah Belimbing. Rizali merespons dengan memaparkan rencana konkret untuk mengatasi masalah tersebut melalui pembangunan jalan alternatif. Ia menyebutkan bahwa jalan yang menghubungkan Rambang Niru ke Simpang Aur dan Pelita Sari dapat menjadi solusi untuk menghindari perlintasan rel kereta api jika dibangun sesuai standar jalan provinsi. Menurutnya, uji coba selama Ramadhan lalu membuktikan efektivitas rute alternatif tersebut.
Pasangan Rizali-Shinta tidak hanya mengandalkan retorika, tetapi juga membawa bukti nyata dari pengalaman mereka dalam memimpin. Rizali, yang pernah menjabat sebagai pejabat Bupati, menegaskan bahwa program-program mereka didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat Muara Enim dan didukung oleh kebijakan yang siap diimplementasikan. Shinta menambahkan, pasangan mereka memiliki pendekatan yang holistik untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketenagakerjaan hingga infrastruktur, guna memastikan pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan strategi yang terukur dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, pasangan Ahmad Rizali dan Shinta Paramita tampil meyakinkan dalam debat tersebut, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya siap menghadapi kritik, tetapi juga mampu menawarkan solusi konkret untuk masa depan Muara Enim.(aep)












