Muara Enim, ZBS – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kembali membuahkan hasil. Melalui Dinas Kesehatan, Kabupaten Muara Enim berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai Kabupaten dengan Cakupan Imunisasi Rutin Terbaik Pertama untuk Tahun 2024 dan Triwulan I Tahun 2025.
Penghargaan ini diumumkan dalam rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) yang digelar pada bulan Mei 2025. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dari Kementerian Kesehatan sebagai bentuk kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi, khususnya bagi anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, dr. Eni Zatila, MKM, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, petugas kesehatan, hingga masyarakat.
“Capaian ini tidak lepas dari dukungan penuh Bupati Muara Enim, Bapak H. Edison, SH, M.Hum, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Muara Enim, Ibu Hj. Heni Pertiwi, S.Pd, para petugas kesehatan, kader Posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat. Mereka semua berperan besar dalam menggerakkan ibu-ibu dan balita untuk datang ke Posyandu dan fasilitas kesehatan guna mendapatkan imunisasi,” ujar dr. Eni, Senin (5/5/2025).
Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Muara Enim berhasil menjadi yang terbaik di antara 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan dalam hal cakupan imunisasi rutin sesuai dengan target nasional. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Program imunisasi rutin di Muara Enim dijalankan secara konsisten dan menyeluruh. Imunisasi dasar dan lanjutan diberikan kepada bayi dan anak-anak sebagai perlindungan dari berbagai penyakit menular berbahaya yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Jenis-jenis imunisasi yang diberikan meliputi:
• BCG: Mencegah tuberkulosis (TB)
• Hepatitis B: Melindungi dari infeksi hepatitis B
• Polio: Mencegah kelumpuhan akibat virus polio
• DPT-HB-Hib: Mencegah difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe B
• Campak: Mencegah campak
• MMR: Mencegah campak, gondongan, dan rubella
• PCV: Mencegah infeksi akibat bakteri pneumokokus seperti pneumonia
• Rotavirus: Mencegah diare berat akibat rotavirus
Keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari tingginya jumlah penerima imunisasi, tetapi juga dari ketepatan waktu pemberian vaksin dan kualitas layanan yang diberikan oleh para tenaga kesehatan.
“Penghargaan ini akan menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan layanan, menjangkau daerah-daerah terpencil, dan memastikan tidak ada satu anak pun yang tertinggal dari haknya untuk mendapatkan imunisasi,” lanjut dr. Eni.
Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu langkah paling efektif dalam investasi kesehatan jangka panjang.
“Kami percaya, investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah menjamin kesehatan anak-anak sejak dini. Dan imunisasi adalah salah satu upaya paling strategis, murah, dan efisien untuk mewujudkannya,” pungkasnya.(Im)












