HIV/AIDS di PALI Naik Drastis, Tanda Lemahnya Edukasi Kesehatan?

PALI, ZBS – Kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan tren peningkatan yang mencemaskan. Data dari “PALI dalam Angka 2025” yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 25 kasus baru sepanjang tahun 2024. Jumlah ini melonjak drastis dibandingkan tahun 2023 dan 2022 yang masing-masing hanya mencatat lima kasus.

Penyebaran kasus tersebut terfokus di dua wilayah, yakni Kecamatan Talang Ubi dan Abab. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran dari kalangan legislatif daerah.

Ketua Komisi I DPRD PALI, Jon Herizal, menyuarakan keprihatinan dan mendesak Pemerintah Kabupaten agar segera bertindak. Ia menilai, penyebaran HIV/AIDS harus dicegah sejak dini demi mencegah krisis kesehatan yang lebih luas.

“Pemerintah tidak boleh abai. Ini persoalan serius karena menyangkut penularan penyakit menular. Harus ada tindakan nyata di lapangan,” ujar Jon, Rabu (14/5/2025), di gedung DPRD.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, Dinas Kesehatan perlu melakukan upaya pencegahan seperti penyuluhan intensif dan pemeriksaan rutin kepada warga. Ia menekankan pentingnya edukasi sebagai langkah utama dalam memutus rantai penyebaran virus.

Lebih jauh, DPRD membuka kemungkinan untuk memanggil Dinas Kesehatan jika tidak ada langkah konkret yang dilakukan dalam waktu dekat.

“Jika kondisi ini dibiarkan, kami akan minta klarifikasi langsung dari Dinkes. Jangan sampai masyarakat jadi korban akibat lambatnya penanganan,” tegasnya.

Meningkatnya kasus HIV/AIDS tidak hanya menjadi masalah medis semata, tetapi juga mencerminkan minimnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait kesehatan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menghindari krisis kesehatan di wilayah Bumi Serepat Serasan.(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *