Prarea.com – Debat publik perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muara Enim 2024 berlangsung di Hotel Novotel Palembang pada Senin malam (21/10), menampilkan empat pasangan calon bupati dan wakil bupati. Disiarkan langsung oleh TVRI Sumsel, acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muara Enim ini menjadi kesempatan bagi para kandidat untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja kepada masyarakat luas.
Ketua KPU Muara Enim, Rohani, S.H., dalam sambutannya, menekankan pentingnya debat ini sebagai bagian dari tahapan Pilkada yang dirancang untuk menggali komitmen dan rencana konkret dari masing-masing pasangan calon. Debat kali ini mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Debat ini disiarkan melalui lembaga penyiaran publik agar masyarakat bisa memahami lebih dalam tentang visi dan misi calon pemimpin mereka,” ujarnya.
Debat ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim, Irawan Supmidi, S.Pd., S.Mn., M.Si., yang mewakili Bupati Muara Enim. Dalam sambutannya, Irawan menegaskan bahwa momen debat publik ini adalah kesempatan berharga bagi masyarakat untuk menyimak langsung gagasan yang akan menjadi arah kebijakan Bumi Serasan Sekundang selama lima tahun ke depan. “Masyarakat dapat menilai dengan jelas rencana program kerja dari masing-masing pasangan calon,” kata Irawan.
Empat pasangan calon yang tampil dalam debat ini adalah nomor urut 1, Dr. H. Ahmad Rizali, M.A., dengan Dr. Hj. Shinta Paramitha Sari, S.H., M.Hum.; nomor urut 2, H. Edison, S.H., M. Hum., dengan Hj. Sumarni, S.E., M.M.; nomor urut 3, Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M., dengan Lia Anggraini, S.H., M.H.; dan nomor urut 4, Drs. Ramlan Holdan dengan Ropi Alex Candra.
Debat perdana ini diharapkan menjadi ajang untuk menguji komitmen dan kapabilitas setiap pasangan calon dalam menjawab tantangan yang dihadapi oleh Kabupaten Muara Enim, terutama dalam isu-isu penting yang menjadi perhatian publik. KPU juga mengumumkan bahwa debat berikutnya akan kembali digelar sebagai bagian dari upaya memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat.
Dengan isu-isu krusial yang diangkat dalam debat, diharapkan masyarakat dapat lebih cerdas dalam menentukan pilihannya berdasarkan program dan gagasan yang ditawarkan para calon. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa arah kebijakan lima tahun ke depan benar-benar dapat membawa perubahan positif bagi daerah.(aep)






