PALI, ZBS — Candi Bumi Ayu di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali mencuri perhatian setelah Bupati PALI, Asgianto ST, menegaskan bahwa situs bersejarah tersebut merupakan satu-satunya sekaligus candi terbesar di Sumatera Selatan. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri Operasi Pasar Murah Reguler dan Pasar Khusus, disertai penyerahan bantuan secara simbolis, Minggu (23/11/2025).
Menurut Asgianto, Candi Bumi Ayu memiliki nilai sejarah serta potensi pariwisata yang luar biasa. Selain menjadi peninggalan agama Hindu yang mengakar kuat dalam sejarah wilayah pesisir Sungai Lematang, kawasan ini juga menyimpan jejak spiritual umat masa lampau sebagai tempat bersembahyang dan bermeditasi.
Dengan total sembilan bangunan candi yang telah ditemukan dan beberapa di antaranya rampung dipugar, pemerintah daerah terus mendorong berbagai upaya untuk menjadikan Candi Bumi Ayu sebagai destinasi wisata unggulan.
Bupati Asgianto menilai bahwa promosi yang masif menjadi langkah penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Candi Bumi Ayu, yang dianggap mampu memperkenalkan keindahan dan nilai historis situs tersebut kepada masyarakat luas.
“Kita promosikan PALI. Banyak yang belum tahu bahwa di sini ada candi bersejarah. Candi Bumi Ayu bisa jadi daya tarik utama,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga berencana mengombinasikan potensi sektor lain di sekitar kawasan percandian untuk mendukung kemajuan pariwisata.
“Kita bantu dan kita kombinasikan dengan potensi yang ada. Yang terpenting, orang mau datang dulu ke PALI,” tambah Asgianto.
Dengan komitmen pelestarian yang terus berjalan sejak 1990 serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, Candi Bumi Ayu digadang-gadang siap menjadi magnet wisata budaya dan sejarah yang mampu meningkatkan kunjungan sekaligus perekonomian masyarakat sekitar. (Im)












